spot_img

Pasar Asia-Pasifik Bergerak Variatif, Investor Waspada Ancaman Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada Senin sore (10/2/2025) waktu setempat. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan perdagangan global. Investor khawatir setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menerapkan tarif 25% untuk semua impor baja dan aluminium. Ancaman ini memicu kecemasan di pasar, terutama bagi negara-negara eksportir di kawasan Asia-Pasifik.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup nyaris stagnan di level 38.801,17. Sementara itu, indeks Topix turun tipis 0,15% ke 2.733,01. Data ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan kredit di Jepang pada Januari 2025 naik 3% secara tahunan. Angka ini sedikit melambat dibanding Desember 2024, yang mencatat pertumbuhan 3,1%.

Di Korea Selatan, Kospi bertahan di 2.521,27. Namun, Kosdaq, yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil, melonjak 0,91% ke 749,67.

Bursa saham China dan Hong Kong bergerak positif. CSI 300 naik 0,21% ke 3.901,06 setelah sempat melemah di awal sesi. Hang Seng Index melonjak 1,76% menjelang penutupan.

Data ekonomi China menunjukkan inflasi konsumen naik ke level tertinggi dalam lima bulan pada Januari. Indeks harga konsumen meningkat 0,7% secara bulanan dan 0,5% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan Reuters sebesar 0,4%. Sementara itu, indeks harga produsen turun 2,3% secara tahunan, lebih dalam dari prediksi penurunan 2,1%.

Di India, pasar saham masih tertekan setelah Reserve Bank of India (RBI) memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Nifty 50 turun 0,91%, sementara Sensex melemah 0,87% hingga siang hari waktu setempat.

Dari Singapura, Straits Times Index (STI) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 3.910,12. Saham operator telekomunikasi Singtel serta tiga bank besar DBS Group, OCBC, dan UOB menjadi pendorong utama kenaikan. STI naik 0,53% menjelang penutupan.

Di Australia, S&P/ASX 200 terkoreksi 0,34% dan berakhir di 8.482,80.

Investor kini mencermati kebijakan perdagangan AS dan data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Sebut Perang Segera Usai, Keyakinan Damai AS-Iran Capai 85%

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C) – Amerika Serikat (AS) dan Iran...

Tembus 1 Triliun USD, Elon Musk Jadi Manusia Terkaya Sepanjang Sejarah Berkat IPO SpaceX

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Elon Musk mencetak sejarah baru...

Debut Fantastis SpaceX di Nasdaq, Saham Meroket 19% ke Level USD 161

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, Space...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru