STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendadak jadi sorotan setelah harganya anjlok tajam hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Kondisi ini memicu spekulasi liar di media sosial mengenai adanya aksi margin call.
Data pasar pada Selasa, 21 Mei 2026 pukul 14:03 WIB menunjukkan saham TPIA berada di posisi Rp2.270. Angka ini merosot Rp390 atau terpangkas 14,66% dari harga penutupan sebelumnya sebesar Rp2.660.
Tercatat volume perdagangan mencapai 625,28 ribu lot dengan nilai transaksi menembus Rp146,02 miliar. Akibat penurunan ini, kapitalisasi pasar TPIA kini berada di angka Rp196,38 triliun. Pada papan order book, tidak terlihat adanya antrean beli (bid), sementara antrean jual (offer) menumpuk sebanyak 138.686 lot di harga Rp2.270.
Aksi jual masif ini memicu perbincangan hangat di media sosial, khususnya platform X. Muncul spekulasi terkait adanya tekanan penjaminan saham atau margin call. “Seems like there’s a margin call happening in TPIA. They want out badly,” tulis salah satu akun yang memantau pergerakan pasar.
Menanggapi kabar tersebut, Corporate Communication PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memberikan penjelasan. Ia meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai penjaminan saham TPIA. Ia menegaskan seluruh pengelolaan pembiayaan dilakukan secara hati-hati (prudent).

