STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) atau Sucaco mengumumkan, pengunduran diri Sani Iskandar Darmawan selaku Direktur emiten produsen kabel tersebut.
Corporate Secretary SCCO Risti Saka dalam keterangan yang disampaikan ke BEI, Selasa 9 Juni 2026 mengatakan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Sani Iskandar Darmawan dari jabatan Direktur Perseroan pada 8 Juni 2026.
“Pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 2026,” kata Risti dalam keterangannya.
Risti tidak menjelaskan alasan pengunduran diri Sani Iskandar Darmawan selaku Direktur Perseroan. Namun, dia menegaskan bahwa pengunduran diri yang bersangkutan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.
SCCO membukukan laba bersih sebesar Rp92,62 miliar pada kuartal I 2026, turun tipis 0,45% dibanding Rp93,04 miliar pada kuartal I 2025. Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp1,96 triliun pada kuartal I 2026, turun 1,34% dari Rp1,98 triliun pada periode sama tahun 2025.
Total aset SCCO mencapai Rp6,07 triliun per Maret 2026, naik 3,33% dari Rp5,87 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas SCCO, masing-masing sebesar Rp361,63 miliar dan Rp5,71 triliun per Maret 2026.
PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) atau Sucaco adalah perusahaan manufaktur kabel listrik, mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1972, dengan bantuan teknis dari Furukawa Electric Co. Ltd. di Tokyo, Jepang. Perusahaan melakukan IPO dan tercatat di bursa pada tahun 1982.
Sucaco juga merupakan pemegang saham dalam beberapa perusahaan, antara lain PT Tembaga Mulio Semanon Tbk, PT Supreme Sukses Makmur, PT Setia Pratama Lestari Pelletizing dan PT Supreme Decoluxe. (konrad)

