spot_img

DSNG Cetak Laba Rp985,88 Miliar di Semester I 2026, Bisnis Sawit Jadi Penopang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026 di tengah dinamika industri yang masih berlangsung. Hingga akhir Juni 2026, emiten perkebunan dan produk kayu tersebut mencatat laba bersih Rp985,88 miliar, meningkat 7,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen DSNG dalam siaran pers, Kamis 30 Juli 2026 menyebutkan, pendapatan DSNG mencapai Rp6,29 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, EBITDA relatif stabil di kisaran Rp2 triliun.

Segmen kelapa sawit masih menjadi penyumbang utama pendapatan dan laba Perseroan dengan kontribusi sekitar 90%.

Kenaikan laba bersih terutama didorong oleh peningkatan volume penjualan palm kernel (PK), serta kenaikan rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) untuk crude palm oil (CPO), PK, dan palm kernel oil (PKO). Harga rata-rata ketiga produk tersebut masing-masing naik 2,5%, 13%, dan 9,4%.

Selain itu, efisiensi pengelolaan operasional turut membantu menekan beban keuangan menjadi Rp169,5 miliar dari Rp231,8 miliar pada semester I 2025.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan Perseroan terus menjaga kinerja usaha melalui pengelolaan operasional dan keuangan yang disiplin di tengah berbagai tantangan industri.

“Di tengah dinamika industri, kami tetap berfokus pada peningkatan produktivitas, penerapan praktik agronomi yang baik, efisiensi operasional, serta keberlanjutan program replanting. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi upaya kami untuk menjaga daya saing dalam jangka panjang,” ujar Andrianto.

Dari sisi keuangan, posisi neraca DSNG tetap solid. Hingga akhir Juni 2026, total aset tercatat sebesar Rp17,81 triliun. Ekuitas meningkat menjadi Rp12,13 triliun, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp5,68 triliun.

Pada sisi operasional, Perseroan mengolah sekitar 1,3 juta ton tandan buah segar (TBS) selama semester I 2026. Volume tersebut turun 4,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan penurunan volume TBS, produksi CPO tercatat sebesar 299,3 ribu ton. Produksi PK mencapai 56,6 ribu ton, sedangkan produksi PKO sebesar 18,4 ribu ton.

Meski volume produksi menurun, efektivitas operasional tetap terjaga. Hal itu tercermin dari peningkatan oil extraction rate (OER) menjadi 23,51% dari 23,33% pada semester I 2025.

Kualitas CPO juga membaik. Kadar free fatty acid (FFA) turun menjadi 2,98% dibandingkan 3,05% pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menjaga kualitas CPO DSNG tetap berada pada level premium.

Sementara itu, segmen produk kayu masih menghadapi tekanan akibat permintaan global yang belum sepenuhnya pulih, terutama dari kawasan Eropa dan Amerika Utara.

Volume penjualan panel tercatat 58,6 ribu meter kubik (m³), turun 6% YoY. Adapun volume penjualan engineered flooring mencapai 116,2 ribu meter persegi (m²), merosot 64% YoY.

Di sisi lain, segmen energi terbarukan menunjukkan perkembangan positif. Ekspor palm kernel shells (PKS) dan renewable energy wood pellets terus meningkat seiring beroperasinya fasilitas pabrik wood pellet secara penuh.

Hingga akhir semester I 2026, volume penjualan PKS naik 29% YoY menjadi 31.450 ton. Penjualan wood pellets bahkan melonjak 103% YoY menjadi 21.640 ton.

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, pada Juni 2026 DSNG kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 yang memuat perusahaan dengan kinerja finansial terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga kinerja usaha sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan publik Indonesia yang beroperasi di tingkat regional.

Ke depan, DSNG akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, penguatan efisiensi operasional, serta pengelolaan keuangan yang prudent guna menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Astra Graphia (ASGR) Melonjak 30% Jadi Rp138 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berhasil...

Laba WIKA Beton Naik 9,14% pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp1,48 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mengoptimalkan momentum pemulihan dan percepatan proyek...

Sinergi Ekosistem Danantara, BRI Perkuat Daya Saing Lewat Transformasi BRIvolution Reignite

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru