spot_img

IHSG Dibuka Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Bos Sucor: Dampaknya Berpotensi Jangka Pendek

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026) di tengah sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Hingga pukul 10.49 WIB, IHSG berada di level 6.192,276, turun 4,154 poin atau 0,07%.

Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 6.185,799, sempat menyentuh level tertinggi 6.219,418 dan terendah 6.144,274. Nilai transaksi mencapai Rp5,941 triliun dengan volume perdagangan 14,220 miliar saham dan frekuensi 919.528 kali. Sebanyak 306 saham naik, 279 saham turun, dan 204 saham tidak berubah.

Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi kejutan bagi pasar karena selama ini Perry dipandang sebagai figur yang kredibel dalam menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah.

“Pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo tentu menjadi kejutan bagi pasar karena beliau selama ini dipandang sebagai figur yang kredibel dalam menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah,” kata Bernadus kepada Stockwatch.id di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Bernadus, dalam jangka pendek sentimen tersebut berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan.

“Dalam jangka pendek, sentimen ini berpotensi memicu volatilitas pada rupiah, pasar obligasi, dan IHSG karena investor akan mencermati kesinambungan arah kebijakan Bank Indonesia serta independensi bank sentral. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti telah ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara sehingga diharapkan transisi kebijakan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Bernadus menilai sentimen global justru lebih kondusif. Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong harga minyak dunia turun cukup tajam.

“Penurunan harga energi ini dapat mengurangi tekanan inflasi global, memperbaiki sentimen aset berisiko, dan menjadi faktor positif bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia,” ucapnya.

Bernadus melihat pasar saat ini berada di antara dua sentimen yang saling berlawanan. Dari dalam negeri, pengunduran diri Gubernur BI berpotensi menjadi tekanan jangka pendek akibat meningkatnya ketidakpastian. Sementara dari luar negeri, meredanya tensi geopolitik dan turunnya harga minyak dapat membantu membatasi pelemahan IHSG.

“Selama pemerintah mampu memberikan kepastian mengenai kepemimpinan Bank Indonesia dan menjaga kredibilitas kebijakan moneter, saya memandang dampak negatif terhadap IHSG lebih bersifat jangka pendek. Selanjutnya, arah IHSG akan kembali ditentukan oleh fundamental ekonomi, pergerakan rupiah, arus dana asing, serta kinerja emiten pada musim laporan keuangan kuartal II,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Presiden telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

“Per kemarin kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden. Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Prasetyo menjelaskan pemerintah akan menindaklanjuti proses administrasi sesuai Undang-Undang Bank Indonesia melalui penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat.

Ia juga menegaskan, sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior.

“Jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Yang dimaksud Deputi Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti,” ujar Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Destry Damayanti menyampaikan Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026. Selanjutnya, Dewan Gubernur BI melalui rapat pada 26 Juli 2026 menetapkan Destry sebagai Pejabat Gubernur Sementara sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

“Bank Indonesia akan selalu memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Destry.

Ia menambahkan, Bank Indonesia akan tetap mengedepankan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional serta terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas masing-masing.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris Utama BAIK Nanang Suherman Borong 100 Ribu Saham, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komisaris Utama PT Bersama Mencapai Puncak...

BEI Soroti Lonjakan Saham FILM, Ini Respon Manajemen MD Entertainment

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MD Entertainment Tbk (FILM) merespons...

Tender Wajib INPS Selesai, Graha Inti Guna Persada Resmi Jadi Pengendali Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru