STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup tajam pada paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, emiten alat berat grup Astra ini membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp956,28 miliar.
Angka tersebut anjlok 88,24% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp8,13 triliun. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan melemahnya pendapatan serta adanya beban penurunan nilai yang cukup signifikan pada aset keuangan dan investasi perusahaan.
Pendapatan bersih UNTR sepanjang semester I 2026 tercatat sebesar Rp58,29 triliun. Capaian ini menyusut 14,94% dari Rp68,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari segmen kontraktor penambangan yang menyumbang Rp32,98 triliun. Disusul oleh segmen alat berat sebesar Rp19,20 triliun, penambangan batubara Rp15,68 triliun, serta emas dan mineral lainnya sebesar Rp2,36 triliun.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp47,78 triliun dari sebelumnya Rp53,52 triliun. Meski demikian, laba bruto Perseroan tetap merosot dari Rp15 triliun menjadi Rp10,51 triliun di semester I 2026.
Tekanan pada laba bersih kian terasa akibat kenaikan sejumlah beban operasional. Beban penjualan meningkat menjadi Rp858,42 miliar dari sebelumnya Rp484,34 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp3,92 triliun dari Rp2,85 triliun di tahun 2025. Perseroan juga mencatat kerugian pada pos beban lain-lain bersih mencapai Rp3,02 triliun, berbanding terbalik dengan keuntungan Rp755,92 miliar pada tahun lalu.
Faktor utama yang menekan laba bersih adalah adanya kerugian penurunan nilai pada piutang non-usaha sebesar Rp1,28 triliun dan kerugian penurunan nilai investasi pada ventura bersama sebesar Rp1,48 triliun, khususnya pada investasi di PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD).
Ditinjau dari kekuatan neraca, United Tractors memiliki total aset sebesar Rp179,06 triliun per 30 Juni 2026, tumbuh tipis dari posisi Desember 2025 yang sebesar Rp177,64 triliun. Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp77,31 triliun, naik dari Rp74,50 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas UNTR berada di angka Rp101,75 triliun, sedikit menurun dari Rp103,14 triliun pada Desember 2025.
Berdasarkan rasio permodalan, UNTR mencatatkan rasio gearing sebesar 8,48% per Juni 2026. Angka ini menunjukkan struktur modal perusahaan yang masih terjaga, meski dalam posisi surplus bersih pada periode sebelumnya. Dari sisi arus kas, kas dan setara kas Perseroan tercatat sebesar Rp18,65 triliun pada akhir Juni 2026.

