STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan solid pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp137,35 miliar hingga 30 Juni 2026, meningkat 31,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp104,54 miliar.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan dan pendapatan jasa serta lonjakan penghasilan lain-lain sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan BEI, Kamis 30 Juli 2026, penjualan bersih dan pendapatan jasa MLPT mencapai Rp1,78 triliun. Angka ini naik 5,3% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp1,69 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan dan jasa juga meningkat 4,83% menjadi Rp1,50 triliun dari Rp1,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, laba bruto MLPT tetap tumbuh 7,1% menjadi Rp281,24 miliar pada semester I 2026, dari Rp262,52 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi operasional, beban penjualan meningkat menjadi Rp62,26 miliar dari Rp56,18 miliar. Sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp97,76 miliar dari Rp75,57 miliar.
Di tengah kenaikan beban usaha, MLPT berhasil mencatat lonjakan penghasilan lain-lain 353% menjadi Rp55,15 miliar. Pada semester I 2025, pos tersebut tercatat sebesar Rp12,16 miliar.
Kenaikan penghasilan lain-lain tersebut turut mendorong laba usaha Perseroan tumbuh 23,7% menjadi Rp176,25 miliar dari Rp142,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pada pos keuangan, pendapatan bunga tercatat Rp9,71 miliar, turun dari Rp11,60 miliar. Sementara beban bunga dan keuangan berkurang menjadi Rp11,83 miliar dibandingkan Rp14,31 miliar pada semester I 2025.
Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 24,54% menjadi Rp174,12 miliar pada semester I 2026, dari Rp139,80 miliar pada periode sama tahun 2025
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp36,77 miliar, Perseroan membukukan laba periode berjalan Rp137,35 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp137,66 miliar, meningkat 30,24% dari Rp104,54 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi komprehensif, Perseroan membukukan total penghasilan komprehensif periode berjalan sebesar Rp134,13 miliar, naik 27,39% dari Rp105,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut juga tercermin pada laba per saham dasar yang meningkat menjadi Rp3 per saham dari Rp2 per saham pada semester I 2025.

