STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bersiap melunasi surat utang yang akan segera jatuh tempo. Instrumen tersebut adalah Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 Seri A.
Nilai pokok obligasi ini mencapai Rp100 miliar. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 18 Oktober 2026.
PEFINDO menyematkan peringkat idA untuk obligasi milik emiten berkode saham TRIM ini. Pengumuman tersebut dirilis di Jakarta pada 17 Juli 2026.
Manajemen TRIM telah menyusun strategi matang untuk memenuhi kewajiban tersebut. Dana pelunasan akan bersumber dari berbagai lini pendanaan perusahaan.
“Perusahaan berencana untuk melunasi instrumen utang yang akan jatuh tempo dengan menggunakan kombinasi dana internal dan eksternal,” tulis tim analis PEFINDO, Danan Dito dan Reynaldi, dalam laporannya dikutip Senin (20/7/2026).
Kesiapan dana TRIM didukung oleh posisi likuiditas yang kuat. Per 31 Maret 2026, perseroan mencatat posisi kas dan setara kas sebesar Rp823,3 miliar.
Selain mengandalkan kas internal, TRIM juga didukung oleh akses pendanaan perbankan yang luas. Perseroan tercatat masih memiliki fasilitas kredit yang belum terpakai (unused credit line) sebesar Rp3,1 triliun pada 31 Maret 2026.
Langkah lain yang disiapkan perusahaan untuk melunasi kewajiban ini adalah melalui pasar modal. Perseroan berencana menggunakan hasil penerbitan surat utang baru sebagai bagian dari strategi pendanaan eksternal.
Seluruh data ini menunjukkan posisi keuangan TRIM cukup solid untuk melunasi obligasi tersebut tepat waktu. Dukungan fasilitas kredit yang mencapai triliunan rupiah memberikan fleksibilitas tambahan bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalannya.

