STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memperoleh katalis baru setelah dua anak usahanya mengantongi kontrak jasa pertambangan batu bara dengan PT Petrosea Tbk (PTRO). Nilai estimasi pendapatan dari kedua kontrak tersebut mencapai Rp57,1 triliun sepanjang umur tambang (life of mine/LoM).
Phintraco Sekuritas dalam riset bertajuk Phintraco Sekuritas Notes | 24 Juli 2026 menilai kontrak tersebut menjadi katalis penting bagi visibilitas pendapatan jangka panjang SINI. Kontrak ini juga memperkuat prospek perseroan setelah menyelesaikan akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk senilai Rp1,5 triliun yang didanai melalui rights issue sebesar Rp3,6 triliun.
Pada 23 Juli 2026, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), yang merupakan anak usaha SINI, menandatangani Perjanjian Jasa Pertambangan Batu Bara dengan PT Petrosea Tbk. Pekerjaan mencakup pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara di area tambang Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan durasi sepanjang umur tambang.
Berdasarkan perjanjian tersebut, PBC memperoleh estimasi produksi batu bara sebesar 42 juta ton dari pengupasan lapisan penutup sebanyak 189 juta BCM. Estimasi total pendapatan sepanjang masa kontrak mencapai sekitar USD2,604 miliar atau setara Rp45,57 triliun untuk batu bara berkalori GAR 4200.
Sementara itu, CBP memperoleh estimasi produksi batu bara sebanyak 8 juta ton dari pengupasan lapisan penutup sekitar 40 juta BCM. Estimasi total pendapatan sepanjang masa kontrak mencapai USD656 juta atau setara Rp11,48 triliun untuk batu bara berkalori GAR 5000.
Secara keseluruhan, estimasi pendapatan dari kedua proyek tersebut mencapai sekitar Rp57,1 triliun selama masa kontrak.
Direktur Utama PT Singaraja Putra Tbk, Amir Antolis, menyebut kontrak tersebut diharapkan mendukung target produksi sekaligus memperkuat kinerja perseroan.
“Dengan ditandatanganinya Perjanjian Jasa Pertambangan maka akan dapat merealisasikan Target Produksi Batubara dan karenanya dapat berkontribusi pada kinerja keuangan Perseroan,” kata Amir dalam keterbukaan informasi Jumat (24/7/2026).
Perseroan juga mengungkapkan hubungan antara SINI, PBC, CBP dan PTRO merupakan hubungan afiliasi. Hal itu karena PBC dan CBP merupakan anak usaha SINI yang salah satu pengendali tidak langsungnya juga menjadi pemegang saham utama tidak langsung di PTRO. Namun, perseroan menyatakan transaksi tersebut merupakan kegiatan usaha yang dijalankan secara rutin sehingga tidak wajib memenuhi ketentuan tertentu dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Meski prospek pendapatan dinilai membaik, Phintraco Sekuritas mencatat valuasi saham SINI masih relatif tinggi. Saat ini SINI diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 746,15 kali, jauh di atas rata-rata subsektor Industrial Goods sebesar 8,72 kali.
Di sisi lain, saham SINI memiliki price to book value (PBV) negatif 10,75 kali, sedangkan rata-rata subsektor Industrial Goods berada di level 1,40 kali. Menurut Phintraco Sekuritas, PBV negatif mencerminkan ekuitas perseroan yang masih negatif akibat akumulasi kerugian.
Harga Saham
Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) ditutup menguat 9,68% atau naik Rp600 ke level Rp6.800 pada perdagangan Kamis (23/7/2026), dari penutupan sehari sebelumnya di Rp6.200. Sepanjang perdagangan, saham SINI bergerak stagnan di level Rp6.800, yang juga menjadi harga pembukaan, tertinggi, sekaligus terendah pada hari itu. Total volume transaksi tercatat mencapai 5,23 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp8,11 triliun.
Meski mencatat kenaikan signifikan dalam sehari, posisi harga saham SINI masih jauh di bawah level tertinggi tahun berjalan yang mencapai Rp19.200 pada 19 Januari 2026. Dengan harga penutupan Rp6.800, saham ini masih terkoreksi sekitar 64,6% dari puncaknya.
Namun, dibandingkan posisi terendah tahun berjalan di Rp5.750 yang tercatat pada 20 Juli 2026, harga saham SINI telah pulih sekitar 18,3%. Adapun rentang pergerakan saham dalam 52 minggu terakhir berada di kisaran Rp3.200 hingga Rp19.200.

