STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) telah merampungkan aksi korporasi Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Imbas aksi korporasi ini, jumlah saham beredar perseroan bertambah secara signifikan.
Emiten yang bergerak di bidang jasa finansial teknologi dan pembayaran digital tersebut melaksanakan periode PUT I pada 14-20 Juli 2026. Adapun penjatahan pemesanan saham tambahan dilakukan pada 23 Juli 2026.
Willy Chandry, Presiden Direktur CASH, menjelaskan mengenai hasil akhir aksi korporasi tersebut. Perusahaan menawarkan sebanyak-banyaknya 996.676.699 saham baru selama masa penawaran. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 749.857.581 saham terserap melalui pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham. Sementara itu, untuk kategori pemesanan saham tambahan tercatat tidak ada peminat atau nol.
Sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lama kemudian diserap oleh pembeli siaga. “Jumlah saham yang diambil oleh pembeli siaga sebanyak 246.819.118,” tulis Willy dalam keterbukaan informasi Senin (27/7/2026).
Berkat penambahan ini, komposisi saham CASH mengalami perubahan besar. Sebelum PUT I, jumlah saham yang beredar sebanyak 1.431.125.517 unit. Setelah tambahan 996.676.699 saham baru dicatatkan, total saham beredar perseroan kini mencapai 2.427.802.216 unit.
Willy menyampaikan aksi korporasi ini berjalan lancar tanpa kendala hukum. “Atas kejadian tersebut tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya.
Berdasarkan data per 23 Juli 2026, Andri Wijono Sutiono menjadi pemegang saham terbesar dengan 943.762.501 unit saham atau setara 38,8731%. Hasim Sutiono menyusul di posisi kedua dengan kepemilikan 940.481.445 unit saham atau 38,7380%.
Pemegang saham lainnya adalah Sandra Angelia yang menguasai 189.276.400 unit saham atau 7,7962%. Sedangkan masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% mengantongi 354.281.870 unit saham atau 14,5927%.
Secara keseluruhan, total nilai nominal dari 2,42 miliar saham tersebut mencapai Rp 29,13 miliar. Laporan hasil pelaksanaan rights issue ini telah ditembuskan kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

