spot_img

Desember 2022, Neraca Perdagangan Surplus US$3,89 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$3,89 miliar pada Desember 2022. Surplus ini berasal dari sektor nonmigas US$5,61 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,72 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada Desember 2022 mencapai US$23,83 miliar, sementara impor sebesar US$19,94 miliar.

Menurut siaran pers BPS di Jakarta, Senin (16/1), ekspor nonmigas Indonesia pada Desember 2022 mencapai US$22,35 miliar, turun 2,73% dari bulan sebelumnya, namun melonjak 4,99% jika dibandingkan dengan nilai ekspor nonmigas Desember 2021.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari-Desember 2022 mencapai US$291,98 miliar, tumbuh 26,07% jika dibandingkan periode sama 2021. Demikian juga ekspor nonmigas naik 25,80% menjadi US$275,96 miliar selama Januari-Desember 2022.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas pada Desember 2022 dibandingkan November 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$483,1 juta (9,44%). Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$220 juta (41,50%).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Desember 2022 naik 16,45% dibanding periode sama 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan dan perikanan naik 10,52% serta eskpor hasil tambang dan lainnya melambung 71,22%.

Ekspor nonmigas Desember 2022 terbesar adalah ke Cina, yaitu US$5,79 miliar, disusul Jepang US$2,08 miliar dan Amerika Serikat US$2,06 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing US$4,28 miliar dan US$1,64 miliar.

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Desember 2022 mencapai US$19,94 miliar, maik 5,16% dibandingkan November 2022, namun turun 6,61% jika dibandingkan dengan Desember 2021.

Menurut siaran BPS tersebut, impor nonmigas Desember 2022 mencapai US$16,74 miliar, naik 3,60% dibandingkan November 2022, namun turun 6,87% dibandingkan Desember 2021.

Adapun nilai impor migas pada Desember 2022 sebesar US$3,20 miliar, naik 14,15% dibandingkan November 2022, namun turun 5,23% dibandingkan Desember 2021.

Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar pada Desember 2022 dibandingkan November 2022 adalah serealian sebesar US$178,8,2 juta (66,03%). Sementara penurunan terbesar adalah plastik dan barang dari plastik senilai US$124,3 juta (14,46%).

Tiga negara importir nonmigas terbesar ke Indonesia selama Januari-Desember 2022 adalah Cina senilai US$67,16 miliar, Jepang US$17,08 miliar, dan Thailand US$10,85 miliar. Adapun impor nonmigas dari ASEAN senilai US$32,85 miliar dan Uni Eropa US$11,63 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas...

OJK Izinkan Dana DHE SDA Jadi Jaminan Kredit, Ini Syaratnya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh penguatan...

Danantara Jamin Kontrak Ekspor SDA yang Sudah Berjalan Tetap Berlaku, Ini Syaratnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru