spot_img

PGEO Perkuat Ekspansi Panas Bumi, Kantongi Kredit US$75 Juta dari Bank Mizuho

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkuat kapasitas pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan proyek panas bumi setelah menjalin kerja sama dengan PT Bank Mizuho Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Trade Facility Agreement di Grha Pertamina, Jakarta, pada 27 Juli 2026.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank Mizuho Indonesia menyediakan fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga US$75 juta. Fasilitas diberikan tanpa agunan (clean basis), yang mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGEO.

Fasilitas tersebut merupakan pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility).

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hutabarat dalam keterangan, Senin 27 Juli 2026, mentatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendanaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pembiayaan perusahaan.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Fransetya.

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan PGEO.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ungkap Heru.

Manajemen PGEO mengungkapkan, kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia turut memperkuat ekosistem pendanaan hijau yang selama ini dibangun perseroan. Sebelumnya, PGEO juga telah memperoleh dukungan pembiayaan dari berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan dan lembaga keuangan internasional.

Sebagai salah satu produsen panas bumi terkemuka dunia, PGEO terus menjalankan strategi pendanaan yang sehat dan prudent guna menjaga keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.

Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, PGEO menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat kontribusi PGEO dalam mempercepat pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia pada masa mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur SMRA Akumulasi 20,41 Juta Saham, Kepemilikan Tembus 6,08%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA),...

IHSG Sesi I Melemah 0,36% ke 6.173,935, Saham BBCA, TLKM, dan BMRI Tertekan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru