spot_img

BEI Tanya Soal Volatilitas Saham, Begini Penjelasan Manajemen CBDK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) buka suara soal pergerakan harga saham perusahaan yang lincah belakangan ini. Hal ini merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-06682/BEI.PP3/06-2026 terkait volatilitas transaksi efek.

Perseroan mengaku tidak mengetahui informasi atau fakta material yang belum terungkap ke publik. Semua fakta penting sudah disampaikan sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama periode 29 Mei hingga 8 Juni 2026, CBDK sudah melaporkan lima agenda penting melalui sistem pelaporan elektronik BEI.

Agenda tersebut mencakup ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan bukti iklan hasilnya. Ada pula pengumuman keterbukaan informasi terkait pembagian dividen tunai. Selain itu, manajemen telah melaporkan registrasi pemegang efek bulanan serta materi Public Expose tahunan.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal,” jelas Corporate Secretary CBDK, Yohanes Edmond Budiman, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (12/6/2026).

Yohanes menyebut perusahaan terus mematuhi kewajiban penyampaian informasi sesuai ketentuan bursa. Hingga saat ini, tidak ada kejadian penting yang material bagi kelangsungan hidup perusahaan yang disembunyikan dari publik. Semua informasi seputar aktivitas pemegang saham tertentu juga telah dilaporkan sesuai regulasi OJK terbaru.

Saat ini, CBDK sedang fokus menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi ini sudah berjalan dalam dua tahap sejak awal tahun 2026.

Tahap pertama berlangsung pada 3 Februari sampai 2 Mei 2026. Hasilnya, perusahaan telah membeli kembali sebanyak 11.680.400 saham. Selanjutnya, tahap kedua dimulai sejak 20 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 19 Agustus 2026.

Hingga data terakhir pada 9 Juni 2026, CBDK sudah memborong 8.061.700 saham dalam buyback tahap kedua ini. Di luar aksi tersebut, manajemen belum memiliki rencana tindakan korporasi lain dalam waktu dekat, setidaknya untuk tiga bulan ke depan.

Terkait porsi kepemilikan saham, Yohanes sudah berkoordinasi dengan para pemegang saham utama. Langkah ini untuk memastikan tidak ada rencana tersembunyi yang bisa mengejutkan pasar.

“Pemegang saham utama menyatakan tidak ada rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan,” tambah Yohanes.

Dengan penjelasan ini, manajemen berharap para investor mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi perusahaan. Seluruh operasional dan keterbukaan informasi dipastikan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dasco Sebut Saham BBCA Layak Beli Mumpung Murah, Manajemen Kebut Buyback Rp5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco...

Pyridam Farma (PYFA) Tunda Pelaksanaan PMHMETD, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)...

BEI Pantau Ketat Pola Transaksi Saham SOFA, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru