spot_img

Bank Amar (AMAR) Cetak Laba Bersih Rp143,56 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 21,66%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama 2026. Emiten perbankan digital ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp143,56 miliar hingga periode 30 Juni 2026. Perolehan ini tumbuh 21,66% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp118 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan Kamis (30/7/2026) ini, pertumbuhan laba AMAR ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga. Pendapatan bunga Perseroan tercatat sebesar Rp857,10 miliar, naik 25,68% dari Rp681,99 miliar pada Juni 2025.

Sumber utama pendapatan bunga berasal dari penyaluran kredit yang menyumbang Rp807,16 miliar. Sementara itu, pendapatan dari efek-efek berkontribusi sebesar Rp34,64 miliar. Setelah dikurangi beban bunga sebesar Rp86,54 miliar, Bank Amar mengantongi pendapatan bunga neto sebesar Rp770,56 miliar pada semester I 2026. Angka ini meningkat 20,47% secara year on year (yoy).

Pendapatan operasional lainnya juga mengalami kenaikan menjadi Rp321,56 miliar dari sebelumnya Rp303,72 miliar. Faktor pendorong utama pada pos ini adalah administrasi dan denda yang mencapai Rp203,17 miliar. Selain itu, AMAR juga memperoleh Rp93,83 miliar dari penerimaan kembali kredit yang telah dihapus buku.

Meskipun laba tumbuh, beban operasional Perseroan ikut terkerek naik. Beban tenaga kerja tercatat Rp158,14 miliar, meningkat dari Rp137,55 miliar pada tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp214,27 miliar dari posisi Rp187,32 miliar. Perseroan turut mengalokasikan beban kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan sebesar Rp533,19 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, Bank Amar memiliki total aset sebesar Rp6,61 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah ini sedikit menurun dari posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp6,76 triliun. Penurunan aset dipengaruhi oleh penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang menyusut menjadi Rp518,84 miliar dari sebelumnya Rp1,02 triliun.

Kredit yang diberikan tetap tumbuh menjadi Rp4,06 triliun secara neto dari posisi akhir tahun lalu Rp3,46 triliun. Sementara itu, total liabilitas Perseroan mencapai Rp3,17 triliun per Juni 2026. Adapun ekuitas AMAR berada di posisi Rp3,44 triliun, meningkat tipis dari Rp3,42 triliun per Desember 2025.

Mengenai rasio keuangan penting, AMAR mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bruto sebesar 8,96%. Namun, rasio NPL neto masih terjaga di level rendah yakni 0,80%, membaik dari posisi Desember 2025 yang sebesar 1,07%.

Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) AMAR berada di level yang sangat kuat sebesar 89,86% per Juni 2026. Meskipun angka ini lebih rendah dibanding Juni 2025 sebesar 119,49%, posisi CAR tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum regulator. Bank Amar juga tetap fokus pada produk Tunaiku, yakni pinjaman tanpa agunan berbasis teknologi yang mencapai Rp2,70 triliun hingga Juni 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BNBR Suntik Pinjaman Jumbo Rp4,36 Triliun ke Bakrie Toll Indonesia, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

BEI Resmi Hapus Pencatatan SPN12260730 Senilai Rp4,4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan...

Mitratel (MTEL) Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru