spot_img

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ SMGR dan Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Pergerakan indeks hari ini akan menguji area resistance pada rentang 6.125 hingga 6.175.

Tim Riset Phintraco Sekuritas memberikan pandangannya mengenai arah pasar. Laju indeks dinilai masih memiliki momentum positif yang terjaga.

“IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125–6.175 pada perdagangan Jumat (17/7),” tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam laporannya hari ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), IHSG parkir di level 6.108,21. Angka ini naik 66,45 poin atau menguat 1,10% dibanding hari sebelumnya.

Penguatan indeks didukung kembalinya aksi beli investor asing. Total nilai beli bersih (net foreign buy) asing mencapai Rp283,41 miliar di pasar reguler. Nilai tukar Rupiah juga ditutup menguat 0,46% di level Rp17.986/USD pada hari yang sama.

Secara teknikal, posisi IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20. Indikator MACD mulai menunjukkan pelebaran positive slope. Kondisi ini mengindikasikan momentum kenaikan indeks masih cukup kuat.

Sisi fundamental turut mendukung optimisme pasar. Realisasi investasi di Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1% YoY. Angka ini setara 25,1% dari total target investasi nasional tahun 2026.

Investasi asing langsung (FDI) melonjak 27,4% YoY ke rekor tertinggi Rp257,7 triliun pada kuartal II 2026. Sektor industri logam dasar menjadi penarik arus masuk terbesar. Kenaikan FDI ini menjadi indikasi positif pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 diperkirakan masih solid.

Alrich Paskalis T, Investment Advisor Phintraco Sekuritas, membagikan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. Sejumlah saham pilihan utama (top picks) hari ini meliputi BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR.

Berikut rincian rekomendasi trading teknikal lengkapnya:

  1. TPIA – Trading Buy
  • Area beli: >= Rp1.900
  • Stop loss: < Rp1.800
  • Target 1: Rp2.100
  • Target 2: Rp2.260
  1. SMGR – Trading Buy
  • Area beli: >= Rp2.465
  • Stop loss: < Rp1.425
  • Target: Rp1.600 – Rp1.630
  1. MNCN – Trading Buy
  • Area beli: Rp208
  • Stop loss: < Rp200
  • Target 1: Rp220
  • Target 2: Rp230
  • Target 3: Rp240

Alrich menjelaskan konsolidasi TPIA di atas support Rp1.850 menjaga peluang rebound lanjutan. Sementara untuk SMGR, breakout MA20 pada level Rp1.450 menjadi konfirmasi pembalikan arah. Untuk MNCN, munculnya pola white marubozu dengan volume solid menjadi indikasi kenaikan lanjutan.

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Piutang Weda Bay Nickel Lunas, MINE Diversifikasi Pelanggan Jelang Kontrak Berakhir 2026

JAKARTA (STOCKWATCH.ID) – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)...

Atasi Defisiensi Modal, MKNT Siap Gelar Private Placement 1,02 Triliun Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana...

Borong 7,61 Juta Saham JECX, Kepemilikan Sarana Meditama Metropolitan Naik Jadi 28,20%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru