spot_img

Gabriel Gagal di Adu Penalti, Mimpi Arsenal Juara Liga Champions Buyar

STOCKWATCH.ID (BUDAPEST) – Paris St-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Mengutip BBC, pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu usai. Hasil tersebut membuat PSG mencatat sejarah sebagai klub kedua yang mampu menjuarai Liga Champions dalam dua musim beruntun pada era kompetisi modern.

Drama adu penalti menjadi penentu kemenangan tim asal Prancis tersebut. Bek Arsenal, Gabriel, menjadi sorotan setelah gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melambung di atas mistar gawang dan memastikan PSG keluar sebagai juara.

“Dia ingin mengambilnya,” kata Manajer Arsenal, Mikel Arteta. “Normalnya penendang penalti kami adalah Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz. Tapi kami tahu jika laga berlanjut ke adu penalti, pemain berbeda harus maju.”

Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Kai Havertz membawa timnya unggul cepat pada menit keenam melalui tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper PSG.

Namun setelah gol tersebut, PSG mengambil alih kendali permainan. Tim besutan Luis Enrique mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen dan terus menekan pertahanan Arsenal.

PSG akhirnya menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Ousmane Dembele. Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir tanpa gol tambahan.

Di lini belakang Arsenal, Gabriel tampil impresif sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan 13 sapuan bola, terbanyak dibandingkan pemain lain di lapangan. Namun performa solid itu tertutupi oleh kegagalannya dalam adu penalti.

“Kehilangan penalti di final Liga Champions tentu tidak menyenangkan,” ujar gelandang Arsenal, Declan Rice. “Tapi kami mencintai mereka dan kami bersama mereka. Ini terjadi dalam sepak bola.”

Kemenangan ini mengukuhkan PSG sebagai salah satu tim elite Eropa. Klub asal Paris itu menjadi tim ke-10 dalam sejarah 71 tahun kompetisi yang mampu meraih gelar juara secara beruntun.

Bagi Luis Enrique, trofi ini menjadi gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih. Ia kini sejajar dengan sejumlah pelatih legendaris yang pernah mencatatkan prestasi serupa.

“Saya merasa campur aduk. Ada rasa gembira dan lelah. Ini momen terbaik musim ini. Kami masih juara, dua kali berturut-turut, ini luar biasa,” kata Enrique.

Sepanjang musim 2025/2026, PSG tampil sangat produktif dengan mencetak 45 gol di Liga Champions. Catatan tersebut menyamai rekor gol terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dibukukan Barcelona pada musim 1999/2000.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Arsenal. Padahal, klub asal London tersebut baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Liga Inggris. Musim lalu, Arsenal juga menggelontorkan dana sekitar GBP 250 juta atau setara Rp5,13 triliun untuk memperkuat skuad.

Meski gagal meraih trofi Liga Champions, masa depan Arsenal dinilai tetap menjanjikan karena diperkuat banyak pemain muda berbakat. Arteta pun menegaskan timnya akan terus berbenah pada bursa transfer musim panas mendatang.

“Kita perlu melakukan yang lebih baik. Kita harus berkembang dan menemukan celah untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan,” tegas Arteta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Arsenal Gagal Angkat Trofi Liga Champions, Arteta Langsung Susun Kekuatan Baru

STOCKWATCH.ID (BUDAPEST) – Arsenal harus mengubur mimpi meraih trofi...

PSG Cetak Sejarah di Budapest, Pertahankan Gelar Juara Liga Champions

STOCKWATCH.ID (BUDAPEST) – Paris Saint-Germain (PSG) mengukuhkan posisinya sebagai...

Kontroversi Politik Warnai HUT AS ke-250, Sejumlah Musisi Top Dunia Mundur dari Festival

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Sederet musisi papan atas dunia...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru