spot_img

Demi Dongkrak Profit, DMAS Siapkan Rp59,1 Miliar untuk Beli Air Bersih

STOCKWATCH.ID (CIKARANG) – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) berencana melakukan transaksi pembelian air bersih untuk mendukung kegiatan usahanya. Nilai transaksi pada rencana tahun pertama ini diperkirakan mencapai Rp59,1 miliar.

Kabar ini terungkap dalam keterbukaan informasi emiten pengelola kawasan industri Kota Deltamas tersebut. Manajemen DMAS menyampaikan hasil penilaian atas rencana transaksi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto menjelaskan transaksi ini bertujuan mendukung operasional perusahaan. “Melalui transaksi ini, diharapkan akan mengoptimalkan kegiatan operasional Perseroan agar dapat meningkatkan profitabilitas serta menjaga kelangsungan usaha kegiatan operasional yang berkesinambungan di masa mendatang,” ujar Tondy dalam keterangannya yang dikutip Jumat (12/6/2026).

Penilaian rencana pembelian air bersih ini dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Putri Anugrah & Rekan. Berdasarkan laporan tersebut, nilai pasar tarif pembelian air bersih untuk tahun pertama ditetapkan sebesar Rp11.056/m³.

Angka tersebut setara dengan total nilai Rp59,1 miliar untuk satu tahun. Nilai ini didapat berdasarkan perhitungan volume penyerapan minimum air bersih sebesar 466.560 m³ per bulan sepanjang tahun pertama transaksi.

Pimpinan Rekan KJPP, Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) menjelaskan penilaian menggunakan pendekatan pendapatan. Metode yang dipakai adalah Metode Distributor. Hal ini dipilih karena DMAS berfungsi sebagai penyalur produk air bersih kepada pelanggan.

Putri mengungkapkan penggunaan metode ini juga didukung oleh struktur kontrak take-or-pay. Sistem ini mewajibkan pembeli membayar volume minimum air yang sudah disepakati, terlepas dari berapa banyak air yang sebenarnya digunakan.

Objek penilaian dalam laporan ini adalah hak kontraktual yang dimiliki secara sah oleh DMAS. Tim penilai menetapkan tanggal penilaian per 31 Desember 2025, sementara laporan penilaian diterbitkan pada 11 Juni 2026.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan air bersih bagi para penghuni di kawasan industri milik DMAS. Dengan pasokan air yang terjaga, kinerja perusahaan diharapkan tetap stabil dan terus tumbuh positif di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pyridam Farma (PYFA) Tunda Pelaksanaan PMHMETD, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)...

BEI Pantau Ketat Pola Transaksi Saham SOFA, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian...

Sargato Direktur Sumber Energi Andalan (ITMA) Mundur, Tunggu Keputusan RUPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru