spot_img

BEI Buka Alasan GOTO Masih Bertahan di LQ45, IDX30 dan IDX80 Meski Likuiditas Menurun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan alasan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menjadi konstituen indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, meski nilai transaksi hariannya dalam beberapa bulan terakhir menurun.

Direktur Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, mengatakan penilaian likuiditas saham untuk masuk dalam indeks tidak hanya didasarkan pada kondisi satu atau dua bulan terakhir.

“Liquidity-nya kayaknya kan nggak diitung cuma sebulan-dua bulan, kan? Kayaknya average, berapa ya? 6 bulan atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi deh. Itu mesti dicek lagi nanti berapa lama ya ke teman-teman riset. Kayaknya liquidity-nya kan baru turun beberapa bulan terakhir aja ya, 2-3 bulan terakhir kan? Di liquidity tetap sih,” kata Irvan saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan mengenai GOTO yang masih bertahan di indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, meski nilai transaksi hariannya dalam tiga bulan terakhir disebut hanya sekitar Rp1 miliar per hari serta memiliki antrean jual hingga 200 juta lot.

Menurut Irvan, BEI tidak mengubah metode perhitungan kuantitatif dalam evaluasi konstituen indeks.

“Jadi tetap peraturan sih, kita tidak melakukan perubahan di perhitungan kuantitatif indeks konstituen. Nggak ada perubahan. Jadi kalau dia masih ada berarti mungkin di bulan-bulan sebelumnya memang liquidity-nya masih kencang,” ujarnya.

Irvan mencontohkan perhitungan rata-rata nilai transaksi harian di Bursa yang menggunakan pendekatan rata-rata selama periode tertentu.

“Ya sama kayak sekarang misalnya contohnya average, daily average transaksi kita secara nilai kan masih di angka Rp22 triliun ya. Itu kan year to date. Year to date kan Rp22 triliun. Kan sebenarnya itu ditopang di Januari, karena di Januari Rp34 triliun. Walaupun setelah itu kan kita nggak pernah menyentuh Rp30 triliun. Jadi kalau value year to date-nya kan kita hitung averaging terus tuh. Feeling saya sih GOTO sama. Jadi dia masih cukup liquid di bulan-bulan sebelumnya. Misalnya kalau 6 bulan, misalnya 1 sampai 4 bulan atau 3 bulan itu masih cukup gede. Sehingga dia secara ini masih cukup memenuhi syarat untuk itu,” katanya.

Sebelumnya, BEI mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks pada Juli 2026 yang meliputi IDX80, LQ45, IDX30, KOMPAS100, BISNIS-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026.

Berdasarkan lampiran pengumuman evaluasi tersebut, saham GOTO tetap tercatat sebagai konstituen IDX80, LQ45, dan IDX30 untuk periode efektif 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Pada evaluasi ini, bobot GOTO di IDX80 naik menjadi 2,59% dari sebelumnya 2,54%, di LQ45 menjadi 2,77% dari 2,69%, dan di IDX30 menjadi 3,27% dari 3,13%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Umumkan UMA untuk KDTN, BEEF, BAJA dan BSML, Dua Saham Menguat, Dua

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan...

Wahana Inti Selaras (WISL) Terbitkan Obligasi Rp173,42 Miliar, Bunga 8% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wahana Inti Selaras (WISL) menawarkan...

Disorot BEI, ADHI Jelaskan Keterlambatan Serah Terima Unit ADCP

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memberikan klarifikasi...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru