spot_img

Ekspansi Kapasitas Dorong Laba Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Lompat 29% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, mencetak kinerja cemerlang pada paruh pertama 2026. Emiten ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar USD 106 juta hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut melambung 29,0% dibandingkan USD 82 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian tidak diaudit, pendapatan BREN mencapai USD 334 juta pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 11,5% dari USD 300 juta pada semester I 2025.

Kenaikan pendapatan ini terutama didorong peningkatan penjualan listrik. Kontribusi utama berasal dari portofolio panas bumi (geothermal) dan segmen angin yang tetap kuat selama periode tersebut.

Peningkatan laba bersih didukung kenaikan laba operasional dan efisiensi pada beban keuangan. Biaya keuangan Perseroan turun 5,2% menjadi USD 56 juta dari USD 59 juta secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan ini merupakan hasil dari inisiatif optimalisasi struktur permodalan yang terus dilakukan.

EBITDA konsolidasian Perseroan ikut terkerek 13,1% menjadi USD 293 juta. Marjin EBITDA juga mengalami peningkatan menjadi 87,6% dari sebelumnya 86,3% pada semester I 2025. Hal ini mencerminkan kinerja operasional yang kuat serta efisiensi di seluruh lini usaha.

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan hasil ini mencerminkan ketangguhan portofolio operasional Perseroan. Pihaknya konsisten dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan yang mendorong pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan EBITDA.

“Keberhasilan penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun ini semakin meningkatkan kinerja operasional portofolio panas bumi kami,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (31/7/2024).

Secara operasional, total kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 926 MW setelah proyek retrofit Wayang Windu tuntas pada kuartal I 2026. Perseroan tengah melanjutkan proyek ekspansi lainnya seperti Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3. Seluruh proyek ini berjalan sesuai rencana untuk mengejar target kapasitas lebih dari 1 GW pada akhir tahun 2026.

Hendra menambahkan, fokus perusahaan ke depan tetap pada penyelesaian proyek ekspansi. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia.

Dari sisi neraca keuangan, total aset BREN tercatat USD 4,043 miliar per 30 Juni 2026, naik 4,5% dibanding USD 3,867 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas berada di level USD 3,098 miliar, naik tipis 3,8% dari USD 2,984 miliar. Sementara itu, ekuitas Perseroan tumbuh 7,0% menjadi USD 945 juta dari USD 884 juta.

Struktur permodalan BREN juga semakin kokoh. Rasio utang bersih terhadap ekuitas (Net Debt-to-Equity) membaik menjadi 1,73x. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang berada di level 1,87x. Perbaikan ini memberikan fleksibilitas keuangan bagi Perseroan untuk mendukung proyek ekspansi yang sedang berjalan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BNBR Suntik Pinjaman Jumbo Rp4,36 Triliun ke Bakrie Toll Indonesia, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

BEI Resmi Hapus Pencatatan SPN12260730 Senilai Rp4,4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan...

Mitratel (MTEL) Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru