spot_img

Mitratel (MTEL) Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencetak kinerja positif pada enam bulan pertama tahun 2026. Perseroan meraup laba bersih Rp1,11 triliun pada semester I 2026. Angka ini tumbuh 1,53% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,09 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, laba per saham dasar MTEL ikut terkerek. Nilainya naik menjadi Rp14 per saham dari posisi sebelumnya Rp13 per saham pada Juni 2025.

Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan. Hingga akhir Juni 2026, Mitratel membukukan pendapatan Rp4,69 triliun. Perolehan tersebut meningkat 2,07% dari Rp4,60 triliun pada semester I 2025.

Sewa menara telekomunikasi menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp4,38 triliun. Selain itu, lini bisnis jasa konstruksi menyumbang Rp298,63 miliar. Sementara pendapatan dari jasa dan sewa listrik tercatat sebesar Rp13,99 miliar.

Kenaikan pendapatan diikuti oleh peningkatan beban pokok pendapatan. MTEL mencatatkan biaya pokok sebesar Rp2,35 triliun pada paruh pertama 2026. Jumlah ini naik dari Rp2,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Alhasil, laba bruto Perseroan berada di level Rp2,34 triliun.

Dari sisi efisiensi, Mitratel berhasil menekan beban pendanaan secara signifikan. Beban bunga dan pendanaan lainnya turun menjadi Rp483,47 miliar dari sebelumnya Rp569,12 miliar pada Juni 2025. Namun, beban usaha mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp304,24 miliar dari Rp292,97 miliar.

Manajemen menegaskan komitmennya terhadap transparansi laporan keuangan perusahaan. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perseroan,” ujar Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel dalam surat pernyataan Direksi dikutip dari keterbukaan informasi ditulis Jumat (31/7/2026).

Theodorus juga menambahkan informasi dalam laporan tersebut telah dimuat secara lengkap dan benar. “Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar,” tegasnya.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Mitratel mencapai Rp60,11 triliun. Jumlah ini tumbuh 3,01% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp58,35 triliun. Aset lancar tercatat Rp4,58 triliun dan aset tidak lancar Rp55,53 triliun.

Kekuatan neraca MTEL juga terlihat dari posisi liabilitas dan ekuitas. Total liabilitas Perseroan tercatat Rp28,05 triliun per Juni 2026. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp32,05 triliun, turun tipis dari posisi akhir 2025 sebesar Rp33,35 triliun. Penurunan ekuitas ini salah satunya dipengaruhi oleh pembayaran dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BNBR Suntik Pinjaman Jumbo Rp4,36 Triliun ke Bakrie Toll Indonesia, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

BEI Resmi Hapus Pencatatan SPN12260730 Senilai Rp4,4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan...

Bank Amar (AMAR) Cetak Laba Bersih Rp143,56 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 21,66%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru