spot_img

BEI Resmi Hapus Pencatatan SPN12260730 Senilai Rp4,4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghapusan pencatatan (delisting) Surat Perbendaharaan Negara (SPN) Seri SPN12260730. Kebijakan ini mulai berlaku pada 30 Juli 2026.

Penghapusan ini dilakukan seiring berakhirnya masa berlaku atau jatuh tempo instrumen tersebut. Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPU) merupakan pihak yang menerbitkan surat berharga negara ini.

Berdasarkan data bursa, nilai total seri SPN12260730 mencapai Rp4,4 triliun. Instrumen investasi ini pertama kali diterbitkan pada 31 Juli 2025 dengan masa tenor hingga satu tahun.

Manajemen BEI menyampaikan informasi ini melalui pengumuman No. Peng-JTO-00034/BEI.PP3/07-2026. Dengan adanya pengumuman ini, para pelaku pasar tidak lagi dapat mentransaksikan seri tersebut di pasar sekunder.

“Mulai tanggal 30 Juli 2026 maka efek sebagai berikut tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui Bursa Efek Indonesia,” tulis manajemen dalam keterangan tertulisnya.

Pengumuman tersebut ditandatangani oleh Lidia M. Panjaitan, Kadiv Penilaian Perusahaan 3 BEI. Selain itu, Pande Made Kusuma Ari A selaku Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI turut menandatangani dokumen tersebut.

Lidia dan Pande menginformasikan hal ini untuk diketahui oleh seluruh publik dan anggota bursa. Dokumen ini merupakan laporan elektronik yang dihasilkan melalui sistem pelaporan BEI.

Sebagai informasi, SPN merupakan salah satu instrumen surat utang negara dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Pembayaran bunga pada instrumen ini biasanya dilakukan secara diskonto.

Dengan selesainya kewajiban pembayaran pokok dan jatuh tempo pada 30 Juli 2026, status SPN Seri SPN12260730 dinyatakan berakhir. Seluruh data mengenai nilai seri, tanggal terbit, hingga tanggal jatuh tempo telah sesuai dengan catatan resmi otoritas bursa

- Advertisement -

Artikel Terkait

BNBR Suntik Pinjaman Jumbo Rp4,36 Triliun ke Bakrie Toll Indonesia, Untuk Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Mitratel (MTEL) Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau...

Bank Amar (AMAR) Cetak Laba Bersih Rp143,56 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 21,66%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru