spot_img

BSI Bukukan Laba Rp2,80 Triliun hingga April 2026, DPK dan Pembiayaan Tumbuh Dobel Digit

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencetak kinerja keuangan yang solid pada awal tahun 2026. Bank berkode saham BRIS ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp2,80 triliun hingga April 2026.

Angka laba tersebut melonjak 17,79% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Kenaikan laba ini berdampak positif pada sisi sosial. Proyeksi penyaluran zakat perusahaan pada April 2026 diperkirakan mencapai Rp72 miliar.

Kekuatan neraca perusahaan juga terlihat dari pertumbuhan aset. Total aset BSI pada periode ini naik 12,17% menjadi Rp452 triliun. Pertumbuhan laba yang positif ini didukung oleh berjalannya fungsi intermediasi yang baik. Hal itu mencakup pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan yang berkualitas.

Hingga April 2026, DPK yang dihimpun BSI mencapai Rp382 triliun. Angka ini tumbuh 17,90% secara tahunan. Produk tabungan menjadi kontributor utama dengan nilai Rp165 triliun atau tumbuh 22,02%.

Komposisi dana murah atau CASA BSI kini mencapai 63,48%. Pencapaian ini didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap produk BSI, salah satunya Tabungan Haji. Dari total 203 ribu jemaah haji Indonesia tahun ini, sebanyak 83,5% atau sekitar 169 ribu jemaah melakukan pelunasan melalui BSI.

Dari sisi penyaluran dana, pembiayaan BSI tumbuh dua digit sebesar 15,59% menjadi Rp332 triliun. Fokus utama penyaluran ini adalah sektor konsumer. Meski tumbuh pesat, kualitas pembiayaan tetap terjaga sehat.

Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,80%. Level ini lebih rendah dibanding periode tahun lalu yang sebesar 1,88%. Ekspansi pembiayaan ini didominasi oleh sektor konsumer, ritel, sektor produktif, UMKM, dan mikro.

BSI juga berperan aktif dalam program ekonomi pemerintah. Perusahaan menyalurkan Rp198 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis kepada 211 dapur hingga Maret 2026. Selain itu, BSI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 17.732 nasabah.

Untuk sektor perumahan, BSI menyalurkan dana FLPP pada kuartal I 2026 kepada 894 nasabah. Total pembiayaan rumah bersubsidi yang sudah disalurkan mencapai Rp5,7 triliun.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menjelaskan langkah strategis perusahaan ke depan. Ade menyebut perusahaan fokus menjaga fundamental bisnis yang kuat.

“BSI terus terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis,” ujar Ade.

Lewat strategi ini, BSI berharap dapat memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Perusahaan juga bersiap menjadi bullion bank yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih PGUN Terbang 101% Jadi Rp159,31 Miliar, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencetak...

BRImo Layani Registrasi Nasabah di 15 Negara, Pengguna Naik 18,6% jadi 47,8 Juta

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru