STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Rabu (4/3/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (5/3/2026) WIB. Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu daya tarik logam mulia ini sebagai aset aman (safe haven). Jeda penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ikut menopang lonjakan harga.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,6% menjadi USD 5.166,75 per ons troi pada pukul 14.12 GMT. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat anjlok lebih dari 4% pada perdagangan hari Selasa.
Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April juga bertambah 1,1% menjadi USD 5.177,60. Nilai tukar dolar AS sedikit melemah setelah mencatat keuntungan tajam sehari sebelumnya. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Perhatian pasar masih tertuju pada ketegangan geopolitik global. AS dan Israel terus melancarkan serangan tanpa henti ke wilayah Iran. Tiga sumber menyebut milisi Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS dalam beberapa hari terakhir. Mereka membahas kemungkinan dan cara menyerang pasukan keamanan Iran di bagian barat negara tersebut.
Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, Peter Grant, memberikan penilaiannya terhadap situasi pasar.
“Dolar telah mengalami penarikan kembali, yang memberikan beberapa dukungan. Secara keseluruhan, faktor makro-fundamental tetap secara luas mendukung emas. Tentu saja, selama perang dengan Iran berlangsung, hal itu akan tetap mendukung juga,” kata Grant.
Grant juga melihat potensi pergerakan harga emas ke depan di tengah situasi global saat ini.
“Ada risiko volatilitas berlanjut. Namun saya tetap bullish dan berpikir kita akan melihat titik tertinggi baru sepanjang masa,” tambahnya.
Emas merupakan aset tanpa imbal hasil. Logam ini dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi. Investor cenderung lebih menyukai emas selama periode suku bunga rendah.
Dari sisi ekonomi, laporan ketenagakerjaan nasional ADP baru saja dirilis. Data menunjukkan gaji swasta AS meningkat melebihi perkiraan pada bulan Februari. Meski begitu, data untuk bulan sebelumnya direvisi turun secara tajam.
Kini investor mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS bulan Februari pada hari Jumat. Survei ekonom Reuters memprediksi nonfarm payrolls kemungkinan bertambah 59.000 pekerjaan bulan lalu. Angka ini melambat setelah sempat melesat 130.000 pada bulan Januari.
Tren positif juga menular ke logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 3,1% menjadi USD 84,55 per ons troi. Logam ini berhasil bangkit setelah jatuh lebih dari 8% pada sesi sebelumnya.
Harga platinum spot bertambah 3,8% ke level USD 2.160,64. Paladium juga ikut menguat 3,5% menjadi USD 1.705,71. World Platinum Investment Council menyatakan pasar platinum global sedang menuju defisit tahunan keempat berturut-turut pada tahun 2026.
