STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp250 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 29 Juli 2026. Pencatatan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai total Rp4 triliun.
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan kepada BEI pada Selasa 28 Juli 2026, obligasi tersebut memiliki jumlah pokok Rp250 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,95% per tahun. Surat utang ini berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober 2026. Sementara itu, pembayaran bunga terakhir akan dilakukan bersamaan dengan pelunasan pokok obligasi pada tanggal 8 Agustus 2027. Perseroan menerapkan skema pelunasan penuh atau bullet payment pada saat jatuh tempo.
Dana hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi yang menjadi kewajiban perseroan, akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional anak usaha.
Dalam dokumen yang disampaikan ke BEI disebutkan, “Dana hasil Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang menjadi kewajiban Perseroan, seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk disalurkan kepada Perusahaan Anak, yaitu KEIL, EEES, dan ETE, untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha dari masing-masing Perusahaan Anak tersebut.”
Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan modal kerja, antara lain pembayaran biaya produksi dan biaya penunjang lainnya. Penggunaannya mencakup biaya sewa fasilitas produksi dan penyimpanan hasil produksi, biaya bahan bakar produksi, biaya gaji, serta pembayaran kewajiban usaha kepada pemasok maupun pihak ketiga. Perseroan menargetkan seluruh dana hasil penerbitan obligasi dapat direalisasikan paling lambat a31 Desember 2026.
Adapun penjamin pelaksana emisi Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 terdiri atas PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bertindak sebagai wali amanat penerbitan obligasi tersebut.

